Sunday, December 25, 2011

IKHLAS DALAM HADITS

IKHLAS DALAM HADITS
Selain dalam AL-Qur’an, ikhlas juga banyak dijelaskan dalam
hadits. Rasullullah SAW adalah sumber inspirasi manusia yang pernah
hidup di Bumi ini. Risalah beliau dalam menyebarkan islam, mengerucut
pada satu titik penghambaan yang utuh pada keesaan Allah. Subtansi
keikhlasan seorang hamba adalah proses penyerahan diri secara tulus, dalam
balutan rasa syukur dan sabar. Keikhlasan akan berbuah ketentraman, dan
kebahagiaan di dalam hati hamba-hamba Allah yang beriman.
Tolalitas pasrah seorang hamba yang ikhlas, akan membawa
dirinya pada tingkat yang lebih tinggi, kedekatannya pada Allah SWT.
Semakin kuat energi ikhlas dalam diri seorang hamba, maka semakin kuat
juga kedamaian dan kebahagiaan di hatinya. Karena itu bagi hamba yang
ikhlas, seluruh waktunya ia habiskan untuk mengingat Allah, memuji
Tuhannya, dan berdoa agar dirinya termasuk dalam golongan orangorang
yang mendapatkan ridha, cinta, dan makrifatnya Allah.
Beberapa hadits di bawah ini menjelaskan, bahwa betapa
keikhlasan akan membawa seorang hamba, pada kebahagiaan dan
keselamatan di Dunia dan Akhirat. Cukup sudah selama ini, kita terjebak
pada penghambaan-penghambaan pada sesuatu selain Allah. Sudah
saatnyalah sekarang, kita kembali memurnikan ketaatan dan
penghambaan pada Allah semata! Tak ada yang lain, cukup Allah sajalah
yang mejadi penolong kita. Berikut beberapa hadist soheh yang
menjelaskan tentang ikhlas.
Rosullullah SAW bersabda :
“Bahwasanya Allah ta’ala itu mengharamkan api neraka menjilat orang
yang berkata LAAILAAHAILLALLAAH (Tiada Tuhan Selain Allah), yang
ditujukan hanya Allah semata-mata. “ (HR. Bukhari - Muslim)
“Tidaklah sekali-kali seorang hamba mengucapkan kalimat LAAILAAHA
ILLALLAAH (Tiada Tuhan Selain Allah) dengan ikhlas (dari lubuk hatinya),
melainkan di bukakan baginya semua pintu langit hingga tembus sampai ke
‘Arasy selama pelakunya menjauhi dosa-dosa besar.“ (HR. Tirmidzi)
Allah SWT mengharapkan seorang hamba yang hatinya terhujam
Tauhid “Tiada Tuhan Yang Aku Sembah Selain Allah” dari jilatan api neraka.
Hati yang ikhlas pada pemurnian keesaan Allah, akan diselamatkan Allah
dari segala bencana baik di Dunia maupun di Akhirat. Sikap inilah yang
ditanamkan Rosullullah, di hati kaum muslimin saat beliau menyebarkan
risalahnya.
“Orang-orang sedang berdzikir (mengingat Allah), seperti pohon yang
rindang di tengah-tengah pohon kering. “ (HR. Bukhari - Muslim)
Keikhlasan seorang hamba akan memancarkan sinar kedamaian di
dalam dirinya. Seluruh waktu dalam hidupya akan ia gunakan untuk
banyak-banyak mengingat Allah, mencari keridhoan dan cintanya. Karena
itu hamba yang ikhlas itu, bagaikan pohon yang rindang ditengah-tengah
pohon yang kering.
Sebab, hati hamba yang ikhlas akan selalu dipenuhi karunia dan
rahmat Allah. Sehingga jasmani dan rohaninya tidak kekurangan nutrisi-nutrisi
yang akan selalu menyuburkan pohon kelemahan di hatinya. Jiwanya selalu
tersirami air suci makrifat Allah yang akan selalu menentramkan hati,
jasmaninya selalu terhangati oleh pancaran Rahmat dan Karunia-Nya,
pikirannya selalu tercerahkan dari tipu daya Duniawi yang dipenuhi janji-janji
kepalsuannya.
“Orang yang ingat kepada Allah, adalah laksana orang yang hidup di
tengah-tengah orang yang mati. “ (HR. Bukhari - Muslim)
Keikhlasan hamba akan membawa dirinya pada titik kebahagiaan
dan kedamaian. Karena itu, orang yang hatinya ingat kepada Allah. “
Bagaikan orang yang hidup ditengah-tengah orang yang mati“ Sabda
Rosullullah. “Kenapa?” karena terlalu banyak manusia yang hidup di
Alam Dunia ini, hatinya mati dan membatu dalam mengingat Allah
hingga hidupnya lebih condong pada hawa nafsunya, yang membuat ia
menghambakan seluruh hidupnya untuk harta, jabatan dan wanita
semata. Juga ciptaan-ciptaan Allah lainnya, yang tanpa sadar mulai
membudaknya dalam kehidupan Duniawi.
Karena itu, hamba ikhlas senantiasa menghidupkan hatinya untuk
selalu mengingat Allah. Berserah diri secara utuh dan tulus kepada Allah,
menerima dan ridha atas segala ketentuan takdir yang ditetapkan kepada-Nya.
Bersabar atas segala ujian dan cobaan-Nya, mensyukuri sekecil apapun nikmat
yang ia berikan kepadanya. sehingga keikhlasan hatinya akan memancarkan
energi positif bagi kehidupan, yang hal tersebut akan menyelamatkanya dari
segala bencana dan ujian hidup, menghilangkan kesombongan dan keserakahan
dalam diri yang selalu menjadi sumber malapetaka, mendamaikan segala bentuk
peperangan, menjadikan musuh sebagai sahabat, dan memusnahkan sifat-sifat
buruk merusak manusia, di muka Bumi.
“Sesungguhnya Allah tidak menerima amal perbuatan, kecuali amal
perbuatan yang diniatkan dengan ikhlas demi meraih ridha-Nya. “ (HR. Nasa’i)
“ Sesungguhnya amal-amal itu hanya bergantung pada niat!. dan setiap
orang hanya memperoleh menurut apa yang di niatkan. Barang siapa hijrahnya
pada dunia yang ingin di dapatkannya, atau wanita yang hendak di nikahinya,
maka hijrahnya kepada apa yang di tujunya. “ (HR. AL-Bukhay, Muslim, Abu
Daud, At-Tirmiday, dan An-Nasa’i)
Ikhlas adalah syarat diterimanya sebuah amal, karena Allah SWT
hanya menerima amal perbuatan yang di niatkan dengan ikhlas untuk
meraih ridha-Nya. Karena itu, penting seorang hamba memurnikan
niatnya hanya untuk Allah dalam amal perbuatannya. Niat yang ikhlas
dalam amal, akan membawa keberkahan bagi pelakunya. Sebab niat
menentukan kualitas amal, amal yang ikhlas adalah amal yang diniatkan
hanya untuk mencari keridhaan Allah. Amal yang diniatkan tidak untuk
mencari keridhan Allah, tidak akan diterima bagaikan daun-daun kering
yang berguguran.
Karena itu, penting bagi hamba yang beramal, baik dalam ibadah
maupun mualamalah, memurnikan niat hanya untuk mencari keridhaan
Allah. Bukan untuk niat berbeda yang sifatnya pribadi, pragmatis, hingga
riya. Shalat bukan untuk disebut soleh, puasa bukan untuk diet, berhaji
bukan untuk menaikkan status sosial di masyarakat, zakat dan shadaqah
bukan untuk disebut dermawan. Tak berguna amal seorang hamba,
apabila niatnya selain mencari keridhaan Allah.
Apabila seorang hamba hijrah Allah dan Rasulnya, maka ia akan
sampai pada Allah dan Rasulnya. Tapi apabila seorang hamba hijrah pada
kehidupan Dunia, maka dia akan mendapatkan Dunia sesuai apa yang di
takdirkan padanya, tapi sedikitpun ia tidak akan mendapatkan keridhaan
Allah. Dan amalnya tidak berarti di hadapan Allah, bagaikan debu-debu
yang berterbangan di udara.
Jadi amat sangat penting bagi hamba yang ikhlas, untuk
memurnikan niatnya hanya kepada Allah. Agar segala ucapan, tindakan,
dan perbuatannya selalu mendapat keberkahan dan keridhaan Allah
SWT. Dan Allah akan menjadikan kekayaan di hatinya, menghimpun
semua potensi yang di milikinya, dan Dunia akan datang sendiri
kepadanya seraya mengejarnya.
“ Ikhlas adalah satu rahasia dari rahasia-Ku. Aku memasukkannya ke
dalam hati orang yang kucintai dari hamba-hamba-Ku. “ (Hadist Qudsiy
Riwayat AL-Qusyairy)
Artinya keikhlasan, ternyata akan membawa kekayaan seorang
hamba baik secara materi maupun imateri. Sungguh merugi orang-orang
yang dihatinya tidak ada keikhlasan, karena sesungguhnya keikhlasan
adalah anugerah Allah yang sangat berharga bagi manusia-manusia yang
berfikir. Firman Allah dalam hadist Qudsy nya sangat jelas “ Ikhlas adalah
satu rahasia dari rahasia-Ku. Aku akan memasukkannya ke dalam hati orang
yang aku cintai dari hamba-hamba-Ku. “ Sungguh sangat beruntung orangorang
yang hatinya senantiasa dalam balutan keikhlasan pada Allah.
“Barang siapa yang tujuan utamanya adalah meraih pahala akhirat,
niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya berada dalam kalbunya.
Menghimpunkan baginya semua potensi yang dimilikinya, dan dunia akan
datang sendiri kepadanya seraya mengejarnya. Sebaliknya barang siapa yang
tujuan utamanya adalah meraih dunia. Niscaya Allah akan menjadikan
kemiskinan benda di depan matanya. Membayarkan semua potensi yang
dimilikinya dan dunia tidak mau datang sendiri kepadanya, kecuali menurut apa
yang telah di taqdirkan untuknya. “ (HR. Tirmidzi)
“Sesungguhnya engkau, tidak sekali-kali mengeluarkan suatu nafkah
karena mengharapkan ridha Allah, melainkan pasti engkau akan diberi pahala
karenanya. Meskipun berupa makanan yang engkau suapkan ke dalam mulut
istrimu. “ (HR. Bukhari)
“Barang siapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya untuk meraih
ridha Allah lalu dia tidak mempelajarinya, kecuali hanya untuk meraih sesuatu
dari harta benda duniawi, niscaya dia tidak akan menemukan wewenang surga
pada hari kiamat nanti.“ (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)
“Hanya Allah yang dimintai pertolongan. Ya Allah, anugerahilah Aku
kesabaran dan hanya kepada Allah lah, seorang hamba harus bertawakkal.“ (HR.
Ahmad)
“Aku mengikuti prasangka hamba-Ku kepadaku, dan Aku selalu
bersamanya selama dia mengingat-Ku “ (HR. Ahmad)
“Berserah diri lah kamu kepada Allah Ta’ala dengan berserah diri yang
sebesar-besarnya, niscaya dia akan memberikan rezeki kepada kamu, sebagaimana
dia memberikan rezeki kepada burung yang keluar pagi-pagi dengan perut
kempis, dan kembali sore dengan perut kenyang.“ (HR. At- Tirmidzi)
“ Siapa yang berpegang teguh kepada Allah SWT, niscaya di cukupkan
oleh Allah SWT setiap kebutuhannya. Dan diberikannya rezeki dimana tidak
disangka kannya. Dan siapa berpegang teguh kepada dunia, niscaya ia diserahkan
oleh Allah kepada dunia. “ (HR. Ath-thabrani)
“ Sesungguhnya Allah SWT menolong umat yang lemah, dengan do’a
mereka, keikhlasan mereka, dan shalat mereka. “ (HR. An-Nasai’)
“ Ikhlaskanlah amal Mu, niscaya mencukupilah bagi engkau oleh sedikit
dari padanya!“ (HR. Abu Manshur AD-Dailami)
“Ya Allah, kepadamu aku menyerah, kepadamu aku percaya, dan
kepadamu aku berserah diri, serta kepadamu pula aku akan kembali, dan
karenamu aku berjuang. Ya Allah, aku berlindung dengan kemuliaanmu yang
tiada Tuhan Selain Engkau, janganlah Engkau menyesatkan aku. Engkau yang
hidup, dan tidak akan mati, sedang jin dan manusia semuanya bakal mati.“ (HR.
Bukhari - Muslim)
“Ya Tuhan ku, bantulah aku; Jangan engkau tidak membantuku.
Tolonglah daku; Jangan engkau tidak menolong daku. Balaskanlah untukku,
jangan engkau berbalik membalasku. Dan jadikanlah diriku orang yang banyak
bersyukur kepadamu, khusyu kepada-Mu, lagi banyak mengadu dan kembali
kepada-Mu. Ya Tuhan ku, terimalah dariku tobatku, bersihkanlah dosa-dosaku,
perkenankanlah do’aku, teguhkanlah hujjahku, luruskanlah lisanku. Tunjukilah
hatiku, dan cabutlah kedengkianku di dada-Ku! “ (HR. Tirmidzi)
Hamba-hamba Allah yang ikhlas tak perlu takut pada kesulitan
hidup, sebab barang siapa yang berpegang teguh kepada Allah SWT.
Niscaya ia akan dicukupkan kebutuhannya oleh Allah. Dia akan diberikan
rezeki dari tempat yang tidak disangkakannya, kalau begitu tunggu
apalagi, bersegeralah berserah diri kepada Allah dengan berserah diri
yang sebesar-besarnya. Karena dia akan memberi rezeki pada orang
ikhlas seperti dia memberikan rezeki kepada burung. Seekor burng keluar
pagi-pagi dengan perut kempis, dan kembali sore harinya dengan perut
kenyang.
Dan berbaik sangkalah selalu kepada Allah, karena dia mengikuti
prasangka hambanya. Kalau hambanya berprasangka baik, maka
kebaikanlah yang akan didapatnya. Sebalikny apabila hambanya
berprasangka buruk kepad Allah, maka keburukan pula yang akan
didapatkannya. Karena itu, pancarkanlah selalu prasangka-prasangka
baik, positif, penuh cinta, kesabaran, dan syukur dari dalam hati kita.
Mudah-mudahan Allah akan membalasnya dengan cita, karunia dan
rahmatnya. Semoga kita termasuk dalam hamba-hamba yang mendapat
ridha dan cintanya Allah SWT.
Dan jangan sekali-kali kita berprasangka buruk, mengeluh,
memaki, bahkan menghujat Allah. Karena hal itu bisa menjadi do’a, dan
Allah akan mengabulkan tuduhan yang kita hujatkan, menjadi kenyataan
yang justru semakin membuat kita tersiksa dan menderita. Jadi, hatihatilah
dengan prasangkaMu kepada Allah. Karena itu akan menjadi do’a
yang akan dia kabulkan sewaktu-waktu.
Lebih baik jadilah hamba-hamba ikhlas, yang selalu berserah diri
kepadanya memohon pertolongan-Nya., banyak bersyukur kepada-Nya.
Karena hanya kepada Allah kita memohon perlindungannya, tempat
mengadu segala sesuatu agar dia menerima tobat kita, membersihkan
dosa-dosa kita, memperkenankan do’a-do’a kita, meneguhkan hujjah kita,
mengangkat derajat kita, dan meluruskan segala ucapan, tindakan, serta
perbuatan kita. “ Ya Allah, kepadamu aku menyerah, kepadamu aku percaya,
kepadamu aku berserah diri, kepadamu aku berjuang, dan kepadamu pula aku
akan kembali. Ya Allah, kabulkanlah permohonan kami, sesungguhnya engkau
Maha Penolong, dan Penerima Permohonan. “
C. IKHLAS

Reactions:

0 comments:

Post a Comment